Hadiri Anniversary Ke-11 Media Lokal Berita Penajam, Mudyat Noor: Media Bukan Hanya Corong Informasi, Tapi Mitra Pembangunan Daerah

Pemerintahan 23 Jun 2025
Hadiri Anniversary Ke-11 Media Lokal Berita Penajam,  Mudyat Noor: Media Bukan Hanya Corong Informasi, Tapi Mitra Pembangunan Daerah

Penajam- Media lokal Berita Penajam merayakan ulang tahunnya yang ke-11 pada tahun 2025. Perayaan yang dirangkaikan dengan seminar bertema perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ini menjadi momen reflektif sekaligus pernyataan komitmen akan pentingnya peran media dalam pembangunan daerah.

Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, hadir langsung sekaligus menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi Berita Penajam yang kini memasuki tahun ke 11 pada tahun 2025. Dikatakannya, media bukan hanya penyampai informasi, tetapi telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi publik, yang berlangsung di Gedung Aula Mako Polres PPU. 

“Mudah-mudahan Berita Penajam selalu menjadi media yang memberikan informasi yang berimbang, serta terus turut serta mencerdaskan masyarakat Kabupaten PPU,” ungkap Bupati Mudyat Noor di hadapan peserta seminar dan insan pers yang hadir. “Jumat (20/6/2025)

Lebih lanjut, Dia juga mengungkapkan bahwa kemajuan suatu daerah tidak bisa dibebankan semata-mata kepada pemerintah. Peran media, bersama masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya, sangat krusial dalam mendorong percepatan pembangunan yang sesuai yang diharapkan.

“Kemajuan pembangunan di Penajam Paser Utara adalah tanggung jawab kita bersama. Kita semua memiliki peran masing-masing. Media, khususnya, kami harapkan dapat menjadi penyeimbang dan penyampai informasi yang objektif kepada masyarakat,” tuturnya.

Orang nomer satu di Kabupaten PPU tersebut juga merespon positif atas tema seminar yang mengangkat tema perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era tekonologi terkini. 

Menurut Mudyat, tantangan dan peluang di era digital, khususnya terkait dengan kecerdasan AI menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan publik modern.

“Kecerdasan buatan bukan sekadar tren, tapi sebuah kebutuhan. Pemerintah juga sudah mulai mengintegrasikan dalam sistem pelayanan publik berbasis digital, sebagai bagian dari reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Mudyat Noor.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi harus berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital masyarakat. Tentunya kita berharap di ppu tidak ada lagi area blank spot.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana seluruh masyarakat bisa menikmati akses informasi secara setara. Tidak boleh ada lagi wilayah blank spot. Ini penting agar digitalisasi pembangunan benar-benar dirasakan seluruh warga,” tegasnya.

Mudyat juga memberikan pesan khusus kepada generasi muda, termasuk para pelajar yang hadir. Ia menekankan pentingnya mentalitas aktif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Jangan sampai anak-anak muda kita jadi mager / malas gerak karena teknologi. Justru teknologi harus dijadikan peluang dan tantangan. Anak-anak muda harus semangat belajar, berinovasi, dan mengembangkan potensi dirinya,” tegasnya.

Ia mengajak para pemuda di PPU untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menciptakan ide-ide kretaif yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan semangat kreatif dan melek digital, para pemuda diyakini dapat menjadi pelopor perubahan dan pendorong pembangunan di wilayah Kabupaten PPU yang kita cintai bersama. ” Tutupnya (hms13)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.