Wabup Waris Pimpin Rapat REDALOK Semester I 2025, Tegaskan Evaluasi Serius OPD dengan Serapan Rendah

Pemerintahan 01 Aug 2025
Wabup Waris Pimpin Rapat REDALOK Semester I 2025, Tegaskan Evaluasi Serius OPD dengan Serapan Rendah

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menggelar Rapat Evaluasi Pengendalian Program dan Kegiatan (REDALOK) Semester I Tahun 2025 pada Selasa (29/07/2025) di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, didampingi Sekretaris Daerah Drs. H. Tohar, MM, Kabag Pembangunan Iwan Kadir Yatim, serta Sekretaris Bappelitbang, Ade Embong Bulan.

Kegiatan ini merupakan forum evaluasi pelaksanaan anggaran triwulan I dan II (Semester I), sekaligus upaya percepatan realisasi program strategis daerah di tengah dinamika fiskal nasional.

Dalam laporan pembuka, disampaikan bahwa total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025 awalnya sebesar Rp. 2.610.340.369.946,00. Namun, terjadi penyesuaian menjadi Rp. 2.403.716.779.976,59 menyusul terbitnya Keputusan Presiden, Kepmendagri, PMK, dan surat Gubernur tentang efisiensi fiskal, yang berimbas pada struktur pendapatan daerah.

Wakil Bupati Waris dalam arahannya menegaskan pentingnya percepatan realisasi anggaran, khususnya bagi OPD yang menjadi pengampu Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, yaitu Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas P3AKB. Ia meminta agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap progres pelaksanaan, dengan batas waktu satu bulan untuk perbaikan kinerja.

“Sampai akhir tahun kalau ini tidak disikapi, yakin kita kena tegur. Kasihan sekali, karena ada lima OPD besar yang serapannya baru 16 sampai 27 persen. Kalau terus seperti ini, anggaran besar tapi tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Terutama OPD dengan kegiatan fisik besar seperti pendidikan. Saya minta segera ditelusuri kendalanya di lapangan, jangan hanya mengandalkan laporan seremonial,” tegas Wabup Waris.

Wabup juga mengkritisi sejumlah kegiatan yang belum menunjukkan output nyata, meski telah menyerap anggaran. Ia mencontohkan kegiatan seperti pameran yang bersifat insidental namun tidak memberi dampak jangka panjang.

“Anggaran yang dikeluarkan harus betul-betul dirasakan oleh masyarakat. Jangan sampai kegiatan besar hanya sekadar formalitas. Semua kegiatan yang sudah masuk segera diperbaiki dan buatkan pergeseran. Kalau itu fisik, saya minta realisasinya dipercepat. Perlu aktif ke bawah, cek langsung progres di lapangan,” lanjutnya.

Sementara itu, Sekda PPU Tohar menambahkan bahwa seluruh pimpinan SKPD diminta menguasai anatomi dan struktur program dan kegiatan masing-masing, serta mempercepat pelaksanaan paket belanja modal dan konstruksi melalui e-purchasing sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Ini adalah momen terakhir kita menggenjot kinerja semester I. Kita tidak ingin prestasi tahun lalu, di mana serapan 90% tercapai di akhir tahun, tergerus karena kelalaian kita di 2025,” ujar Sekda Tohar.

Dalam rapat juga disoroti adanya paket-paket kegiatan yang belum dieksekusi. Wabup Waris meminta hal ini menjadi perhatian seluruh OPD. Ia menegaskan bahwa semua pihak harus mulai bekerja taktis agar serapan anggaran minimal bisa mencapai 50% pada akhir triwulan ketiga nanti.

“Mulai Agustus dan September ini harus ada percepatan. Jangan sampai ekonomi daerah stagnan hanya karena program-program pemerintah jalan di tempat. Saya minta komitmen semua OPD untuk serius,” pungkasnya.

Rapat REDALOK Semester I ini diakhiri dengan instruksi percepatan penyelesaian revisi kegiatan serta penyesuaian anggaran sesuai instruksi Bupati, sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan dan belanja daerah yang tepat sasaran.(humas4)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.