Bupati PPU Pimpin Rakor Optimalisasi PAMSIMAS, Fokus pada Pemenuhan Air Bersih Desa
PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor memimpin rapat koordinasi rencana optimalisasi pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) perdesaan atau Program PAMSIMAS.
Rapat ini juga menindaklanjuti hasil survei Perumda Air Minum Danum Taka terkait pelayanan air bersih di sejumlah wilayah desa yang digelar di Hotel Qubika, Ibukota Nusantara (IKN) Sepaku, Senin, (15/9/2025).
Tampak hadir Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Nicko Herlambang, Dirut Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, Camat Sepaku, Abimanyu, Camat Penajam Dahlan, Camat Babulu Kansip dan pejabat terkait dari kelurahan maupun Desa di PPU.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, harus menjadi prioritas bersama antara pemerintah kabupaten, desa, maupun pihak swasta.
“Anggaran yang disiapkan sekitar Rp16 miliar, cukup besar. Tapi kita ingin agar bisa benar-benar dimanfaatkan maksimal, bahkan bila perlu dilakukan sharing pengelolaan dengan BUMDes,” ujarnya.
Bupati juga menyinggung alternatif pemanfaatan teknologi destilasi air laut untuk daerah pesisir, meski dari sisi ekonomi biaya operasionalnya masih tinggi, yakni di atas Rp15 ribu per kubik.
“Kalau dengan destilasi, harga jauh di atas rata-rata. Jadi perlu dikaji lagi kelayakannya,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya menggali potensi sumber air bersih di desa maupun kelurahan sekitar.
“Kalau tidak ada di desanya, bisa kita lihat di wilayah terdekat. Prinsipnya, jangan sampai ada masyarakat kita yang kesulitan air bersih,” tegas Mudyat.
Bupati menutup rapat dengan menegaskan bahwa keberlanjutan pelayanan air bersih bukan hanya tanggung jawab pemerintah kabupaten, tetapi juga harus menjadi komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar, dan ini tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Dirut Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah wilayah yang belum terlayani secara optimal. Menurutnya, pemanfaatan SPAM membutuhkan dukungan manajemen yang kuat serta kolaborasi dengan desa.
“Mulai bulan depan, kami akan mengundang para pengelola untuk diberikan pelatihan manajemen agar fasilitas yang sudah ada bisa dioptimalkan,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga hadir perwakilan pihak swasta, termasuk PT Kartika Utama dan PT Arsari Tirta Perdana, yang memaparkan progres kerja sama pengelolaan sumber air jangka panjang melalui rencana pembangunan bendungan.(Humas6)