Bupati PPU Mudyat Noor Hadiri Peluncuran Buku Sejarah Aji Galeng, Penjaga Negeri dan Peletak Peradaban di Bumi IKN Nusantara

Pemerintahan 22 Sep 2025
Bupati PPU Mudyat Noor Hadiri Peluncuran Buku Sejarah Aji Galeng, Penjaga Negeri dan Peletak Peradaban di Bumi IKN Nusantara

Sepaku- Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor menghadiri secara langsung peluncuran buku berjudul “Aji Galeng dari Paser Utara, Penjaga Negeri Peletak Peradaban” yang digelar di Gedung Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Selasa (16/9/2025) sore.

Buku ini mengisahkan perjalanan tokoh penting dari Kabupaten PPU, Aji Galeng, yang dikenal sebagai pemersatu Kesultanan Paser dan Kesultanan Kutai pada periode 1790–1882. Sosoknya juga dianggap sebagai penjaga wilayah di zaman penjajahan Belanda sekaligus peletak peradaban di kawasan yang kini menjadi lokasi pembangunan Ibu Kota Nusantara.

Peresmian ditandai dengan pembacaan kisah sejarah yang tertuang dalam buku oleh Yayasan Aji Galeng, dibacakan langsung oleh salah satu juraiatnya, Bambang Arwanto Gelar Kakah Demong Agung Nata Kusuma Diningrat. Dalam kesempatan itu, buku secara resmi diserahkan kepada Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

Saat ditemui, Bupati PPU Mudyat Noor menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Aji Galeng, serta Departemen Ilmu Sejarah Universitas Indonesia, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyusunan karya sejarah yang dapat terus diingat bagi para generasi muda dimasa-masa yang akan datang.

“Semoga dari kisah para pahlawan dan penjaga peradaban di wilayah Kabupaten PPU ini dapat menjadi saksi sekaligus bukti bahwa sejarah membawa kita pada akar peradaban hingga saat ini, terlebih dengan hadirnya IKN Nusantara di tanah yang penuh cerita sejarah perjuangan dan cinta tanah air ” ujar Mudyat.

Lebih lanjut, Mudyat menegaskan bahwa peluncuran buku ini tidak hanya sebagai bentuk penghormatan kepada Aji Galeng, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas, semangat persatuan, dan jati diri masyarakat, baik di PPU maupun di Kalimantan Timur secara umum.

“Keberadaan IKN yang sejalan dengan kisah sejarah tanah peradaban ini menjadi pemicu semangat persatuan dan nilai sejarah yang harus terus kita jaga. Bahkan, semoga dapat membawa kemakmuran dan kemajuan, bukan hanya bagi masyarakat Kaltim, melainkan juga Indonesia menuju cita-cita sebagai kota dunia seperti yang diimpikan para pendiri bangsa,” tambahnya.

Ketua Yayasan Aji Galeng, Bambang Arwanto, menjelaskan bahwa penerbitan buku ini merupakan upaya menggali kembali jejak tokoh lokal yang memiliki kontribusi besar dalam menjaga negeri dan menyatukan masyarakat.

“Dengan peluncuran buku ini, kita ingin menghidupkan kembali nilai-nilai sejarah dari tokoh lokal yang dapat memberikan spirit bagi pembangunan IKN, memupuk patriotisme, cinta tanah air, serta membangun peradaban dengan semangat kebersamaan (nyempolo),” tuturnya.

Dalam catatan sejarah, Bambang turut mengungkpakan Aji Galeng lahir dari garis bangsawan Kesultanan Paser dan Kutai. Ia dikenal sebagai figur kharismatik yang mampu menyatukan wilayah Telake dan Balik melalui ikatan politik dua kesultanan. Pada 1819, ia diangkat oleh Sultan Kutai Kartanegara ke-16, Aji Muhammad Salehuddin, sebagai panglima perang dan berhasil mengusir serangan Inggris pada 1820.

Tahun 1821, ia ditabalkan sebagai Panembahan Telake-Balik. Uji ketangguhannya kembali terlihat ketika menghadapi Belanda. Pada 1825, Aji Galeng memimpin pertempuran sengit selama 93 hari di Sepaku, dan kembali memenangkan perlawanan bersama cucunya, Aji Sumegong, pada 1880. Ia wafat pada 1882 dan dimakamkan di Lembakan. 

Peluncuran buku ini juga dihadiri sejumlah tokoh akademisi, para raja dan sultan dari berbagai kesultanan di Kalimantan Timur, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, pejabat Pemprov Kaltim, serta perwakilan perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia, UGM, Unmul, Uniba, dan Unikarta. (hms13)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.