Sinergi Penguatan Ketahanan Pangan Jelang Bulan Suci Ramadhan, Bank Indonesia, PPU, Paser, dan Balikpapan Gelar HLM TPID

Sinergi Penguatan Ketahanan Pangan Jelang Bulan Suci Ramadhan, Bank Indonesia, PPU, Paser, dan Balikpapan Gelar HLM TPID

Balikpapan - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersama Kabupaten Paser dan Kota Balikpapan memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan ketahanan pangan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Komitmen bersama dan sejumlah penguatan sinergi pengendalian inflasi daerah tersebut disampaikan langsung Bupati PPU Mudyat Noor bersama Wakil Bupati Paser dan Wali kota Balikpapan dalam High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Rabu (18/2/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Sekretaris Daerah (Sekda) Tohar, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan sekretariat daerah, Kepala BKAD PPU, Inspektorat PPU, Kepala Bagian Ekonomi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan PPU, serta pejabat teknis lintas sektor dari tiga wilayah termasuk Paser dan Kota Balikpapan.

Mudyat mengatakan, momentum Ramadan dan Idulfitri kerap memicu lonjakan permintaan bahan pokok yang berdampak pada kenaikan harga. Karena itu, diperlukan langkah konkret dan sinergi lintas daerah dan Bank Indonesia untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga.

“TPID memiliki peranan strategis dalam menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok melalui penguatan kemitraan daerah, termasuk kerja sama BUMD di sektor pangan guna mengantisipasi pasokan dari luar Kalimantan,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini tantangan utama terletak pada ketersediaan barang dan stabilitas harga. Untuk itu, pemerintah daerah terus mendorong kemandirian pangan melalui pemberdayaan masyarakat serta kemitraan dengan petani dan nelayan di daerah.

Menurut Mudyat, Pemkab PPU melalui TPID telah menjalankan sejumlah program pengendalian inflasi berbasis strategi 4K, khususnya pada aspek keterjangkauan harga.

Di antaranya operasi pasar murah oleh Dinas KUKMPerindag di Kecamatan Sepaku pada 27 Januari 2026, serta Gerakan Pangan Murah di Desa Karang Jinawi pada 10 Februari dan Desa Bukit Subur pada 12 Februari 2026.” sambungnya

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kesiapan pasokan untuk mendukung program nasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari sumber lokal tanpa mengganggu konsumsi masyarakat.

“Kita harus memastikan kebutuhan bahan pangan untuk SPPG terpenuhi tanpa mengganggu stok masyarakat. Kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Robi Ariadi menyampaikan Bank Indonesia terus memperkuat kapasitas TPID melalui pelatihan dan koordinasi intensif agar kebijakan pengendalian inflasi lebih responsif terhadap dinamika pasar.

Ia juga mengapresiasi berbagai terobosan Pemkab PPU, termasuk program pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam komoditas strategis seperti cabai dan tomat.

“Program Pemda PPU menjadi catatan penting dalam penguatan ketahanan pangan regional, termasuk pengembangan kemitraan pada BUMD dan kawasan komoditas pangan bersama Paser dan Balikpapan,” pungkasnya. (KN/Prokopim13)


Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.