Kunjungan Kerja Pj. Bupati di Persemaian Mentawir bersama BPDAS Mahakam Berau

Pemerintahan 17 Feb 2025
Kunjungan Kerja Pj. Bupati di Persemaian Mentawir bersama BPDAS Mahakam Berau

Penajam - Pj. Bupati Penajam Paser Utara, Zainal Arifin, yang juga menjabat selaku Sekretaris Direktorat Jenderal PDASRH Kementerian Kehutanan yang didampingi oleh Kepala Seksi RHL Persemaian Mentawir (Rudianto) meninjau lokasi persemaian benih mentawir dalam rangka kunjungan kerja bersama dengan BPDAS Mahakam Berau di Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara. (Minggu, 16 Februari 2025)

Dalam kunjungannya Zainal Arifin meninjau tempat persemaian benih, embung mentawir, tangki pengolahan air dan mess pegawai. Persemaian benih tersebut dipersiapkan untuk menghijaukan kawasan Ibu Kota Nusantara dan sekitarnya di Kalimantan. Bibit dari Persemaian Mentawir telah dimanfaatkan untuk kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di wilayah IKN, penanganan lahan kritis, rawan bencana, dan pemulihan ekosistem di wilayah Kalimantan Timur, serta berbagai kegiatan penghijauan lingkungan oleh masyarakat di sekitar IKN.

Ditemui usai peninjauan persemaian mentawir, Zainal Arifin  didampingi oleh Rudianto Kepala Seksi RHL Persemaian Mentawir menerangkan bahwa berdasarkan arahan Presiden Jokowi persemaian tersebut dipersiapkan untuk mempercepat kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan khususnya di wilayah Ibu Kota Nusantara.

"Memang berdasarkan arahan Pak Presiden Jokowi memang kita menyiapkan persemaian ini untuk mengakselerasi rhl khususnya di wilayah Ibu Kota Nusantara kapasitas produksi pusat persemaian mentawir ini cukup besar, berkisar antara 10jt sampai dengan 15jt benih dalam kapasitas terpasangnya", ucap Zainal.

Namun saat ini perlu perhatian dari berbagai pihak untuk saling berkoordinasi & berkolaborasi terkait operasionalitas persemaian tersebut. Disinggung terhadap pengembangan persemaian mentawir untuk menjadi agrowisata, Zainal Arifin mengatakan bahwa hal tersebut bisa menjadi salah satu pengembangan kedepannya.

"Tadi disebutkan terkait dengan agrowisata itu mungkin bisa menjadi salah satu pengembangan kedepan, karena biar bagaimanapun biaya operasional untuk kegiatan pusat persemaian ini cukup besar dan dari Kementerian Kehutanan dalam hal ini Cq. Dirjen BPDASRH belum dapat mengalokasikan biaya operasional yang optimal untuk kegiatan persemaian ini", lanjut Zainal.

Dari sekian banyak pusat persemaian di Indonesia yang dibangun oleh Kementerian Kehutanan tentunya harus menjadi sarana edukasi kepada seluruh masyarakat terkait dengan pemulihan lingkungan khususnya pertambahan tutupan lahan. Zainal berharap kedepan semoga persemaian bisa mendukung program rehabilitasi hutan dan lahan terutama di wilayah IKN bahkan di seluruh Kalimantan Timur.

"Kedepan mungkin kita akan koordinasikan agar kita bisa mendapatkan pola pengelolaan yang lebih optimal, sehingga pusat persemaian ini betul - betul bisa mendukung program - program rehabilitasi hutan dan lahan terutamanya di IKN, di seluruh Kalimantan Timur bahkan sampai bisa di wilayah Provinsi lain", pungkasnya.(hms19)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.