170 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di PPU Terima Bantuan, Sekda Tohar: Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas, Wujud Solidaritas Berbagi Untuk Sesama

Pemerintahan 09 Jul 2025
170 Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas di PPU Terima Bantuan,  Sekda Tohar: Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas, Wujud Solidaritas Berbagi Untuk Sesama

Penajam – Sebanyak 170 anak yatim dan penyandang disabilitas di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menerima bantuan sosial dalam rangka memperingati bulan Muharram 1447 Hijriah. Kegiatan yang dikemas dalam tajuk Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas ini digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten PPU dan dilaksanakan juga diberbagai daerah di tanah air.

Dilaksanakannya kegiatan sosial kegamaan dan kemasyarakatan ini merupakan wujud kolaborasi aktif antara Pemerintah Kabupaten PPU, Kementerian Agama, dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten PPU, serta melibatkan partisipasi masyarakat luas dan para tokoh keagamaan.

Sekretaris Daerah Kabupaten PPU, Tohar yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan yang sarat nilai kemanusiaan dan agama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi juga perwujudan nyata dari nilai-nilai sosial dan ajaran Islam yang mengedepankan kepedulian terhadap sesama.

"Terlepas dari apakah kegiatan ini terstruktur atau tidak, yang jelas ini merupakan bentuk kewajiban kita bersama. Apalagi kegiatan ini juga menjadi bagian dari agenda nasional. Esensinya adalah bagaimana kita bisa hadir bagi mereka yang membutuhkan," ujar Tohar. Jumat (4/7/2025) Sore.

Lebih lanjut, ia menyoroti pemilihan istilah lebaran sebagai nama kegiatan mengingat kata lebaran membawa nuansa kegembiraan dan kehangatan yang diharapkan dapat dirasakan pula oleh anak-anak yatim dan penyandang disabilitas.

“Lebaran identik dengan momen kebahagiaan, dan kita ingin kebahagiaan itu juga dirasakan oleh anak-anak yatim dan saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tambahnya.

Tohar juga menekankan pentingnya menjadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat kesadaran berzakat dan bersedekah di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan hanya sekadar bentuk empati, melainkan merupakan implementasi syariat Islam yang harus dijalankan secara konsisten.

“Ini bukan soal mengasihani, tapi menjalankan syariat. Kita hanya menjadi penghubung antara umat dan para mustahik. Semoga Allah memberikan kita kekuatan dan keistiqomahan, serta memberkahi para muzakki yang telah dan akan terus berkontribusi melalui zakat, infak, dan sedekah,” ungkapnya.

Bahkan, Ia turut menyuarakan tidak hanya aparatur pemerintah namun juga kepada masyarakat secara umum untuk aktif mengambil peran dalam memperkuat gerakan zakat agar jangkauannya semakin luas dan menyentuh berbagai lapisan masyarakat yang masuk kategori delapan asnaf.

“Jika kesadaran kolektif ini terus tumbuh, saya yakin Baznas kita akan mampu berbuat lebih banyak dan menjangkau lebih dalam,” ujarnya.

Tohar turut memberikan penghargaan kepada para pendamping, pengasuh, serta keluarga besar anak-anak yatim dan penyandang disabilitas yang telah dengan sabar dan tulus mendampingi dan mendidik mereka.

Kiranya dalam momentum berbagi kebahagian ini dapat menjadi refleksi dari kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang inklusif serta menjunjung tinggi nilai solidaritas sosial dan keberagaman” Sambungnya.

Karena itu, dalam peringatan bulan Muharram dan kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan penggerak bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus peduli dan berbagi terhadap sesama, khususnya bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.” Pungkasnya (hms13)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.