Buka Sosialisasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana, Sekda Tohar: Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab Bersama

Pemerintahan 05 Aug 2025
Buka Sosialisasi Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana,  Sekda Tohar: Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab Bersama

Penajam — Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Drs. Tohar, MM membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Deklarasi dan Berbagi Pengetahuan bagi Pemerintah dalam Pelaksanaan Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana yang diselenggarakan di Penajam, Senin (4/8/2025).

Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan perwakilan instansi pusat dan daerah, termasuk Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB RI Dr. Raditya Jati, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kemendagri Drs. Edy Suharmanto, Direktur Penataan Ruang dan Penanggulangan Bencana Bappenas Dody Virgo Christopher Sinaga, Direktur Sistem Penanggulangan Bencana BNPB Agus Wibowo, Team Leader Program SIAP SIAGA Ibu Lucy Dickisnon, unsur Forkopimda Kabupaten PPU, Kepala Bappeda dan BPBD se-Kalimantan, Kepala Biro Pemerintahan dan Otda se-Kalimantan, Ketua Program SIAP SIAGA dari Provinsi Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT, serta pejabat dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan kabupaten/kota se-Kaltim, baik yang hadir secara luring maupun daring melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Sekda Tohar menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukanlah tugas satu pihak semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan kegiatan ini.

“Dalam konteks Standar Pelayanan Minimal (SPM) kebencanaan, kita perlu memiliki kesadaran kolektif tentang pentingnya penyelamatan segera sebagai langkah awal dalam penanganan darurat,” ucapnya.

Tohar juga mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Pemerintah Kabupaten PPU akan menetapkan Kecamatan Tanjung Kencana sebagai Kecamatan Tangguh Bencana sebagai bentuk penguatan komitmen dan koordinasi lintas sektor.

Menurutnya, camat memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai pemimpin administratif, tetapi juga sebagai pemimpin koordinatif dalam program kebencanaan di tingkat wilayah. Ia juga menyoroti filosofi dari simbol segitiga biru dalam lambang kebencanaan, yang mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai potensi lokal dalam menghadapi bencana.

Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi, koordinasi, dan kesiapsiagaan, tidak hanya di PPU, tetapi juga di wilayah Kalimantan Timur dan sekitarnya. “Agar seluruh upaya penanggulangan bencana benar-benar dapat berjalan efektif dan menyelamatkan sebanyak mungkin jiwa serta aset masyarakat,” tegasnya.

Sebagai penutup, Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara secara resmi membuka kegiatan Sosialisasi Deklarasi dan Berbagi Pengetahuan bagi Pemerintah Daerah dalam Pelaksanaan Gerakan Kecamatan Tangguh Bencana. 

Pembukaan ini menandai komitmen bersama untuk memperkuat sistem pengurangan risiko bencana yang inklusif dan berbasis komunitas, sebagai bagian dari solidaritas internasional dalam meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat lokal. (hms7)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.