Sekda PPU Buka Acara Literasi Keuangan bagi Santri di Pondok Pesantren Hidayatullah

Pemerintahan 27 Oct 2025
Sekda PPU Buka Acara Literasi Keuangan bagi Santri di Pondok Pesantren Hidayatullah

PENAJAM — Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Drs. H. Tohar, MM, mewakili Pemerintah Daerah, menghadiri sekaligus membuka kegiatan Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) di Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Giri Mukti, Kecamatan Penajam, pada Rabu (22/10/2025).

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional ini bertujuan menumbuhkan kesadaran literasi dan inklusi keuangan di kalangan santri, agar generasi muda memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan secara bijak dan mandiri.

Dalam sambutannya, Sekda Tohar menyampaikan apresiasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara serta pihak perbankan yang berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kegiatan ini penting sebagai upaya membuka wawasan masyarakat pesantren terhadap dunia perbankan dan lembaga keuangan, termasuk manfaatnya dalam pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, bukan hanya bagi santri, tetapi juga bagi pengelola pesantren. Melalui edukasi keuangan, para santri dapat memahami bagaimana mengelola dana, menabung dengan benar, dan menghindari praktik keuangan yang tidak sehat,” ujar Sekda Tohar.

Ia menambahkan, pondok pesantren memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi umat. Karena itu, pengelolaan keuangan pesantren perlu diarahkan secara profesional, termasuk melalui kerja sama dengan lembaga perbankan.

“Pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tapi juga bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Dengan dukungan sektor keuangan, pesantren dapat mengembangkan kegiatan produktif seperti pertanian, peternakan, atau kewirausahaan santri,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK Kaltimtara, Yulianta, menjelaskan bahwa kegiatan Gencarkan merupakan bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) yang digelar secara nasional setiap Oktober.

Program ini, kata dia, bertujuan meningkatkan literasi keuangan masyarakat agar lebih bijak dan terhindar dari praktik finansial yang merugikan seperti pinjaman ilegal dan judi daring.

“Kami ingin menumbuhkan budaya menabung sejak dini, khususnya di kalangan santri. Melalui kegiatan ini, diharapkan mereka memahami pentingnya mengelola keuangan dan menggunakan layanan perbankan yang aman serta sesuai prinsip syariah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Branch Manager BNI Cabang Balikpapan, Sukiran, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini dan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten PPU serta OJK Kaltimtara yang terus mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan di daerah.

“Gerakan ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara merata di seluruh Indonesia. Kami di BNI bangga bisa menjadi bagian dari gerakan ini demi mewujudkan masyarakat yang cerdas finansial dan terlindungi dari berbagai kasus kejahatan keuangan,” ujar Sukiran.

Ia juga menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi muda yang melek finansial dan berdaya secara ekonomi.

“Pondok Pesantren Hidayatullah memiliki lebih dari 130 santri dan santriwati. Kami berharap mereka dapat menjadi pelopor gerakan cerdas keuangan di lingkungannya, serta terus menumbuhkan kebiasaan menabung dan mengelola uang dengan bijak,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan diwarnai antusiasme para santri yang mengikuti penyuluhan tentang pengelolaan keuangan pribadi, pengenalan produk perbankan, serta bahaya praktik keuangan ilegal.

Turut hadir Camat Penajam, Perwakilan dari Pemerintah Desa Giri Mukti, Ketua Lembaga Pendidikan Integral Hidayatullah (LPIH) PPU Wiji Wajihuddin, S.Sos.I, M.Pd, beserta para kyai, ustadz, ustadzah, jajaran perbankan, dan ratusan santri.

Melalui kegiatan Gencarkan ini, Pemerintah Kabupaten PPU bersama OJK dan lembaga keuangan berharap pesantren dapat menjadi pelopor literasi keuangan di daerah, mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga bijak dalam mengelola ekonomi untuk masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera. (rf/prokopimkabppu)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.