Rakor Daerah Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat MUI Kaltim Digelar di Penajam Paser Utara: Perkuat Kedaulatan Pangan dan Energi untuk Kebangkitan Ekonomi Umat
PENAJAM— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakor Daerah) Komisi Pemberdayaan Ekonomi Umat ke-2 di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (07/11/2025) ini mengusung tema “Penguatan Kedaulatan Pangan dan Energi sebagai Pilar Kebangkitan Ekonomi Umat di Kalimantan Timur.”
Rakor ini diikuti oleh 50 peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, terdiri dari perwakilan komisi ekonomi umat MUI kabupaten/kota yang diwakili oleh H. Yudi Hendriawan dan pengurus MUI provinsi yang diwakili oleh K.H. Muhammad Rasyid. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Rakorda pertama yang diselenggarakan di Kabupaten Berau pada tahun 2023.
Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Drs. H. Tohar, MM, yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati PPU. Dalam sambutannya, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan kegiatan tersebut serta menegaskan pentingnya sinergi antarulama, pemerintah, dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan ekonomi umat.
Sekda PPU menyoroti sejumlah isu strategis yang relevan dengan tema Rakorda, antara lain kedaulatan pangan nasional, pengendalian inflasi daerah, hingga peluang ekonomi akibat kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah PPU. Ia menekankan bahwa isu pangan kini menjadi bagian penting dalam stabilitas nasional, dan Kalimantan Timur memiliki potensi besar untuk berperan dalam ketahanan pangan Indonesia.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI Pusat Dr. H. Amirsyah Tambunan, M.A., dalam sambutannya, menegaskan bahwa MUI memiliki tanggung jawab besar tidak hanya dalam membina umat secara spiritual, tetapi juga dalam melindungi dan memberdayakan umat secara ekonomi. Ia menyoroti pentingnya kedaulatan sumber daya alam dan keadilan ekonomi agar umat Islam mampu berdaya saing serta berkontribusi pada pembangunan nasional.
Ketua Umum MUI Provinsi Kalimantan Timur menambahkan bahwa pelaksanaan Rakorda kali ini menjadi bukti kolaborasi nyata antara MUI, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Pemkab PPU yang turut memfasilitasi kegiatan dengan pembiayaan melalui APBD, sebuah langkah sinergis yang diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain di Kaltim.
Selama tiga hari kegiatan, para peserta akan mengikuti rapat komisi, seminar, dan pemaparan materi dari narasumber nasional dan daerah, dengan hasil akhir berupa rekomendasi strategis untuk penguatan ekonomi umat di Kalimantan Timur.
Panitia pelaksana berharap Rakorda ini dapat menjadi momentum memperkuat peran MUI dalam membangun ekonomi umat yang mandiri, berdaya saing, dan berkeadilan, serta menjadikan Kalimantan Timur sebagai contoh provinsi yang mampu menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan nilai-nilai keumatan dan kedaulatan pangan. (Hms23)