Kolaborasi dan Sinergitas Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Dari Waktu Ke Waktu Tereduksi
Penajam, Sekretaris Daerah Drs. H. Tohar, MM membuka secara resmi dan sekaligus sebagai narasumber Kampanye Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kantor Desa Bangun Mulia, Selasa (7/5).
Tampak hadir Kepala Dishut Provinsi Kaltim, Komandan Subdenpom VI/1-4 PPU, perwakilan Dandim 0913/PPU, perwakilan Kapolres PPU, Kadis DLH, Kepala BPBD, Kadinkes, Kadisdik, Kepala Dinas Pertanian, Kepala PMK, Kepala Satpol PP, Camat Waru, Kepala UPTD KPHP Telake, Perwakilan Perusahaan-Perusahaan di Kabupaten PPU.
Di temui pada saat wawancara Kepala UPTD KPHP Telake Shahar Al Haqq, S. P, M.Si menyampaikan “menghalau terjadinya kebakaran hutan dan lahan jangan sampai setelah terjadinya kebakaran malah pusing grasak grusuk untuk mengatasi. Saat terjadi kebakaran kita sudah bisa menilai berapa menit terjadinya kebakaran dan padamnya berapa menit, dan berapa menit akan selesainya kebakaran maka akan bisa kita pantau dengan cepatâ€.
Selain itu Tohar juga ditemui sela wawancara, “Oleh jajaran Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur dalam hal ini KPHP Telake saya sudah 2 tahun berturut-turut hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan ini dan mudahan ini bagian dari upaya sedikit banyak nya ingin kita mendapatkan feedback dari stake holder baik itu dari rekan-rekan kami, pihak swasta dan pihak masyarakat kaitannya dengan upaya kolaborasi dan sinergi bagaimana pencegahan kebakaran hutan dan lahan dari waktu ke waktu makin tereduksiâ€.
“Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada KPHP Telake yang konsisten memang dari waktu ke waktu melaksanakan ini terutama dalam rangka penanaman nilai karena dalam kampanye ini juga ada pelibatan untuk usia yang sebetulnya belum paham betul kaitannya dengan kebakaran hutan dan lahan tapi paling tidak dengan pemahaman pada usia anak 5 6 tahun ini, ruang lingkup pengetahuanya mungkin hanya sekedar menggambar, mewarnai tapi saya yakin dan percaya itu akan mengilhami mereka bagaimana untuk menanamkan nilai itu ke dalam alam bawah sadarnyaâ€, terangnya.
Lanjut pria yang berkulit putih ini “Biasanya jika tertanam di alam bawah sadar Ketika persoalan itu muncul ada replikanya itu bagaimana dia punya pemahaman masalah lampau akan berguna dan bermanfaat pada saat yang bersangkutan ketika dihadapkan dunia nyata pada akhiryaâ€, ucap Tohar.
“Terkait dengan infrastruktur para pemilik konsesis baik perhutanan dan Perkebunan mereka sudah punya unit tertentu tinggal mengasah keterampilan dan pemahaman yang sama bahwa Ketika berbicara corporate bukan hanya berbicara wilayah kerjanya tetapi kapan saja dan di mana saja diperlukanâ€, beber pria yang hobinya berkebun ini.
“Tadi disampaikan BPBD itu punya lambang segitiga biru di situ maksudnya adalah pentahelik yang saya katakan tadi ketika diminta untuk bisa mobilisasi membantu kapan saja di mana saja untuk tujuan penanganan kebencanaan itu bisa hadir bersama dengan stakeholder lainnyaâ€, jelasnya.
Di tambahkan lagi, “dari badan public waktu ke waktu sarana parasana juga dilakukan update atau upgrade kaitannya dengan peralatan dan perlengkapan, kewilayahan yang harus tersedia dan ada pada tempatnya kami upayakan salah satu contoh kanalisasi yang ada di RT 6, 7, 8, Kelurahan Petung, persoalanya Ketika bencana itu apa kah daya dukung alam itu ada atau tidakâ€, ungkapnya.
Selain itu “dulu persoalanya ketika kita belum normalisasi kanal rumputnya banyak air tersedia begitu lakukan pembersihan air nya yang tidak ada tapi sarana mobilitas sudah sampai ke dalam. Maka pemikiran kami apakah embung atau sumur bor Kembali dengan antisipasinya ke depanâ€, tutup nya. (HUMAS 11)