Bupati PPU Mudyat Noor Usulkan Dukungan Percepatan Pembangunan Strategis Daerah ke Kementerian PU
PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus memperkuat sinergi dengan lintas sektor dan lembaga pemerintah pusat untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui audiensi Bupati PPU, Mudyat Noor, bersama jajaran pejabat teknis dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Audiensi tersebut diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Wida Nurfaida. Dalam kesempatan itu, Bupati Mudyat Noor menyampaikan sejumlah usulan program strategis yang sangat dibutuhkan masyarakat serta kendala yang dihadapi Pemda PPU dalam penyelesaian infrastruktur dasar di Kementrian PU, belum lama ini.
Sebelumnya, Pemkab PPU juga telah melakukan koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Timur untuk menyinergikan program daerah dengan kondisi nyata infrastruktur di lapangan.
Menurut Mudyat, salah satu usulan prioritas adalah pembangunan, pelebaran, dan perbaikan sejumlah ruas jalan. Hal ini penting karena mobilitas kendaraan di PPU semakin tinggi, terlebih dengan adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Persoalan jalan ini sangat penting dan menjadi perhatian bersama. Banyak ruas jalan yang rusak atau sempit sehingga kerap menyebabkan kecelakaan lalu lintas, baik bagi masyarakat maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Mudyat.
Selain jalan poros utama, Bupati juga menyoroti pentingnya jalan konektivitas penghubung antarwilayah. Seperti percepatan pembangunan Jembatan Sungai Riko, akses jalan pertanian dan perkebunan, serta jalur alternatif dinilai perlu dipersiapkan karena saat ini PPU hanya bergantung pada satu jalur utama saja.
Lebih lanjut, Diungkapkan Mudyat sebagai wilayah lumbung pangan pertanian, keterlibatan dukungan kementrian sektor tekait menjadi bagian dari berbagai persoalan yang ada seperti pembangunan infrastruktur pendukung sektor pangan, embung, irigasi, dan bahkan bendung Lawe-Lawe.
Menurutnya, sejumlah fasilitas ini dibutuhkan untuk mendukung produktivitas pertanian, terbukanya akses jalan yang sekaligus memenuhi kebutuhan air baku bagi masyarakat yang saat ini masih belum teraliri air baku.” Sambungnya
Selain itu, Pemkab PPU juga mengajukan usulan pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST). Fasilitas ini akan menjadi bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan mendukung pembangunan kawasan IKN. Mengingat daya tampung pengelolaan sampah dalam beberapa tahun mendatang yang kian memerlukan penanganan lebih lanjut bersama teknis terkait di lingkungan hidup.
Mudyat Noor menegaskan, audiensi bersama lintas sektor terkait ini termasuk bersama Kementrian PU untuk menselaraskan pembangunan dan percepatan program stategis daerah di Kabupaten PPU bersama program pemerintah pusat sesuai asta cita bapak Presiden Prabowo Subianto.
“PPU adalah pintu gerbang IKN. Karena itu, pembangunan di wilayah ini harus selaras, tidak boleh tertinggal atau mengalami kesenjangan. Selain kesiapan sumber daya manusia, pemerataan pembangunan infrastruktur juga menjadi peran utama,” tegasnya.
Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Wida Nurfaida, menyambut positif usulan yang disampaikan Pemda PPU. Ia menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti masukan tersebut bersama unit teknis di tingkat balai wilayah, baik untuk bidang jalan maupun sumber daya air.
Ia juga mengingatkan agar Pemda PPU menyiapkan dokumen pendukung yang lengkap sebagai dasar usulan ke tingkat kementerian. Hal ini akan memudahkan sinkronisasi program pembangunan daerah dengan pembangunan nasional, khususnya di kawasan IKN Nusantara dan Kabupaten PPU.
“Sejumlah program yang disampaikan akan menjadi catatan bersama dan akan ditindak lanjuti bersama bidang terknis terkait, termasuk belibatkan Balai Jalan maupun Balai Sungai yang berada di wilayah Kalimantan Timur, agar program pembangunan berkelanjutan dapat terakselerasi”. Tutupnya (hms13)