Evaluasi Stunting 2025 Digelar, Wabup Waris: Saatnya Perkuat Sinergi dan Perluas Mitra Orang Tua Asuh

Pemerintahan 10 Dec 2025
Evaluasi Stunting 2025 Digelar, Wabup Waris: Saatnya Perkuat Sinergi dan Perluas Mitra Orang Tua Asuh

PENAJAM— Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin secara resmi membuka Rapat Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting dan Komitmen Berkelanjutan Menjadi Mitra Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tahun 2025, yang berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, Rabu (10/12/2025).


Dalam sambutannya, Wabup Waris menegaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tahun 2025 melibatkan seluruh personalia yang telah ditetapkan melalui SK TPPS terbaru. Evaluasi ini, ujarnya, menjadi langkah penting untuk meninjau kembali kinerja tahunan, memastikan efektivitas program, serta memperkuat koordinasi, komunikasi, dan sinergitas lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten PPU.


Waris secara tegas menyampaikan bahwa meskipun berbagai upaya dan alokasi anggaran telah digelontorkan, angka stunting di Kabupaten PPU justru mengalami peningkatan. Data menunjukan prevalensi stunting naik dari 24,6% menurut SKI 2023 menjadi 32% berdasarkan SSGI 2024.


“Angka ini tidak bisa kita sanggah, tetapi harus menjadi trigger atau pemicu bagi kita semua untuk lebih terlibat aktif dalam penanganan stunting. Termasuk dukungan nyata dari seluruh mitra Orang Tua Asuh Stunting,” ujarnya.


Ia menekankan bahwa stunting merupakan masalah nasional yang tidak bisa diselesaikan oleh satu perangkat daerah saja. Diperlukan kolaborasi dan sinergi lintas sektor dalam intervensi maupun pelaporan, sejalan dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5.7/1685/Bangda Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (P3S).


Waris juga menjelaskan bahwa mulai tahun 2025, prevalensi stunting tidak lagi bersandar pada data lembaga survei, melainkan berdasarkan input data nasional yang dilakukan oleh petugas puskesmas, penyuluh KB, serta kecamatan melalui platform khusus aksi konvergensi. Di Kabupaten PPU, proses penginputan tersebut telah terkoordinasi dengan baik oleh Bapelitbang.


“Kemendagri akan memantau perkembangan stunting berdasarkan laporan yang telah diinput melalui link Bina Bangda. Karena itu, ketepatan data menjadi sangat penting,” tambahnya.


Terkait dukungan mitra, Waris menyebut bahwa sejauh ini jumlah pihak yang berpartisipasi sebagai mitra Orang Tua Asuh Stunting masih sangat terbatas. Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong komitmen berkelanjutan dari lebih banyak pihak untuk bergabung dalam Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING.


“Penanganan stunting adalah investasi jangka panjang. Tidak hanya menjadi tugas satu dinas, tetapi harus dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif yang berkolaborasi untuk merumuskan strategi dan inovasi yang tepat. Semua itu demi mewujudkan generasi emas, cerdas, sehat, dan unggul di Kabupaten Penajam Paser Utara,” tutup Wabup Waris.


Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi lintas sektor, memperbaiki tata kelola data, serta memperluas partisipasi mitra dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten PPU.(Humas7)


Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.