Bupati PPU Mudyat Noor Tinjau Fasilitas IFP Bantuan Kemendikdasmen, “Sekolah di PPU Siap Bertransformasi Digital.

Pendidikan 18 Dec 2025
Bupati PPU Mudyat Noor Tinjau Fasilitas IFP Bantuan Kemendikdasmen, “Sekolah di PPU Siap Bertransformasi Digital.

Penajam – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor meninjau langsung pemanfaatan fasilitas Interactive Flat Panel (IFP) atau televisi interaktif pembelajaran bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di SMP Negeri 13 PPU, Kamis (18/12/2025).


Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan sarana pembelajaran berbasis digital tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar. Pada kunjungan tersebut, Bupati Mudyat Noor didampingi Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin serta Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU Andi Singkeru. 


Peninjauan fasilitas dan sarana pendukung sekolah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program transformasi dan akselerasi pendidikan berbasis digital di daerah Kabupaten PPU.


Mudyat mengngkapkan saat ini hampir seluruh sekolah di Kabupaten PPU telah menerima fasilitas IFP dari Kemendikdasmen. Di tingkat sekolah dasar (SD), tercatat sebanyak 104 sekolah negeri dan swasta telah dilengkapi perangkat tersebut, sementara di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) tersedia sebanyak 38 unit IFP. Program bantuan serupa juga direncanakan kembali berlanjut pada tahun 2026.


“Pemerintah daerah sangat berterima kasih dan menyambut baik kehadiran sarana penunjang pendidikan ini. Perangkat IFP memiliki fungsi yang sangat luar biasa, tidak hanya membantu guru dalam menyampaikan materi, tetapi juga menjadi media pembelajaran langsung bagi siswa di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital saat ini,” ujar Mudyat.


Ia menambahkan, kehadiran perangkat IFP merupakan langkah nyata dalam meningkatkan mutu pembelajaran berbasis digital di lingkungan sekolah. Antusiasme para guru pun terlihat tinggi, seiring harapan besar terhadap peningkatan kualitas proses belajar mengajar disekolah dengan metode pembelajaran yang kian modern saat ini.


“Perangkat ini diharapkan mampu membuka peluang baru bagi guru dan siswa dalam memanfaatkan teknologi secara optimal di kelas. Saya juga meminta agar fasilitas ini dijaga dan dirawat dengan baik, karena manfaatnya sangat dibutuhkan dalam penerapan metode pembelajaran digital saat ini,” kata Mudyat.


Lebih lanjut, Mudyat menilai IFP menjadi peluang besar untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif. Guru dapat menyajikan materi dengan berbagai fitur digital, sementara siswa dapat menikmati proses belajar yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan teknologi masa kini.


“Adanya IFP di setiap sekolah ini diharapkan menjadi langkah awal menuju transformasi pendidikan yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan di Kabupaten PPU, sekaligus menyelaraskan antara program pemerintah daerah dibidang pendidikan dengan program pemerintah pusat,” tutup Mudyat. (hms13)


Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.