Bendung Waru, Perjalanan Singkat Menuju Ketenangan Alam

Bendung Waru, Perjalanan Singkat Menuju Ketenangan Alam

Senin pagi, 5 Januari 2026, penulis memulai perjalanan untuk menggali potensi wisata alam di Kabupaten Penajam Paser Utara, khususnya di Kecamatan Waru. Dengan mengendarai sepeda motor, arah perjalanan ditujukan ke Bendung Waru, salah satu lokasi yang kerap disebut memiliki keindahan alam yang masih terjaga, meski berada di kawasan terbatas.

Perjalanan dari Kantor Bupati Penajam Paser Utara menuju Bendung Waru menempuh jarak sekitar 22 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 40 menit. Ada dua jalur yang bisa dilalui untuk mencapai lokasi ini, yakni melalui Desa Sesulu dan Desa Bangun Mulya jalan mata air. Sepanjang jalan, suasana terasa sejuk. Pepohonan dan kebun-kebun milik warga membingkai perjalanan, membuat waktu tempuh terasa singkat dan menyenangkan.

Sesampainya di Bendung Waru, kelelahan perjalanan seolah terbayar lunas. Di hadapan mata, terhampar pemandangan alam yang indah dan menenangkan. Aliran air bendungan mengalir tenang, berpadu dengan suasana sekitar yang asri. Meski begitu, kawasan ini memiliki sejumlah larangan karena statusnya sebagai kawasan terbatas. Pengunjung yang datang sekadar untuk menikmati suasana diimbau agar tetap berhati-hati dan mematuhi aturan yang ada.

Di sekitar bendungan, terlihat beberapa pengunjung yang memanfaatkan waktu dengan memancing. Walaupun aktivitas ini termasuk dalam area yang dibatasi, Bendung Waru memang dikenal memiliki beragam ikan konsumsi seperti nila, ikan emas, gabus, hingga toman. Aktivitas sederhana ini menjadi salah satu cara masyarakat menikmati alam sambil melepas penat.

Bendung Waru terasa semakin menarik karena udaranya yang sejuk dan suasananya yang tenang. Di tempat ini, kepedulian terhadap lingkungan menjadi hal penting. Setiap pengunjung diharapkan dapat saling menjaga, mengingatkan, serta membawa kembali sisa sampah agar keindahan alam tetap terpelihara.

Pada waktu-waktu tertentu, kawasan Bendung Waru juga menjadi tujuan kelompok pecinta alam. Mereka mendirikan tenda dan menikmati suasana malam di sekitar bendungan. Saat bulan sedang terang, pantulan cahaya di permukaan air menciptakan pemandangan yang begitu indah, menjadikan malam di Bendung Waru terasa istimewa.

Perjalanan singkat ke Bendung Waru bukan sekadar kunjungan, melainkan pengalaman menikmati ketenangan alam. Keindahannya menjadi pengingat bahwa potensi wisata alam di Kecamatan Waru patut dijaga dan dikelola dengan bijak, agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. (Ags_ProkopimPPU)

Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.