Bupati PPU Hadiri Gala Dinner East Kalimantan Business Cooperation 2025 di Jakarta

Pemerintahan 29 Sep 2025
Bupati PPU Hadiri Gala Dinner East Kalimantan Business Cooperation 2025 di Jakarta

JAKARTA – Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Mudyat Noor didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten PPU, Nurlaila menghadiri Gala Dinner East Kalimantan Business Cooperation 2025 yang digelar oleh Badan Penghubung (Banhub) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis (25/9/2025) malam.

Acara bergengsi tersebut juga dihadiri langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, bersama sejumlah pejabat penting dari lingkup Pemprov Kaltim dan para mitra strategis.

Dalam kesempatan itu, Bupati Mudyat Noor menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu memperkuat jejaring kerja sama bisnis dan investasi, khususnya dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Timur, termasuk Kabupaten PPU.

Sementara itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam sambutannya menekankan bahwa Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan kekayaan sumber daya alam melimpah, mulai dari energi fosil, energi terbarukan, hingga potensi pertanian, perkebunan, kelautan, dan perikanan.

“Kaltim berperan penting menjaga ketahanan energi Indonesia. Namun lebih dari itu, kami juga telah bergerak maju dalam transformasi ekonomi berkelanjutan dengan menekankan diversifikasi industri dan pengembangan sektor hijau,” ujar Rudy.

Ia menambahkan, berbagai komoditas unggulan tersedia di seluruh kabupaten/kota, seperti kelapa sawit, kakao, durian, pisang, jagung, kedelai, rumput laut, ikan, hingga kepiting. Potensi itu, kata Rudy, menjadikan Kaltim sebagai kawasan strategis untuk pengembangan rantai pasok industri modern, khususnya agroindustri.

Tak hanya itu, sektor pariwisata Kaltim juga disebut memiliki daya tarik kelas dunia, mulai dari keindahan bawah laut, hutan hujan tropis yang masih terjaga, hingga keberagaman budaya lebih dari 200 suku yang hidup rukun dan harmonis.

Rudy mengungkapkan, realisasi investasi Kaltim dalam empat tahun terakhir selalu melampaui target. Pada 2024, misalnya, dari target Rp76,2 triliun, realisasi mencapai Rp107,33 triliun atau 141 persen. Sementara pada semester I 2025, capaian investasi sudah menembus Rp43,47 triliun atau 54,43 persen dari target Rp79,86 triliun, menempatkan Kaltim di peringkat 8 nasional.

“Investasi yang masuk ke Kaltim didominasi oleh penanaman modal asing dari negara mitra utama seperti Singapura, Malaysia, Tiongkok, Mauritius, dan Korea Selatan. Sektor unggulan antara lain industri kimia dan farmasi, pertambangan, pangan, logam dasar, hingga transportasi,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyebut terdapat 18 proyek project ready to offer yang tersebar di berbagai kabupaten/kota, mulai dari pengolahan sampah, pembangunan convention center di Balikpapan, hingga industri berbasis family di Bontang.

Menurutnya, posisi strategis Kaltim yang berada di jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II serta ditetapkannya Ibu Kota Nusantara (IKN) di wilayah Kaltim, menjadikan provinsi ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia dengan peluang investasi yang sangat menjanjikan.

“Pembangunan IKN bukan hanya proyek monumental bagi bangsa, tetapi juga peluang emas bagi dunia usaha dengan konsep kota pintar, hijau, dan berkelanjutan,” tegas Rudy.(Humas6)




Bagikan: Facebook X LinkedIn
Berita terkait
Tinggalkan Komentar
Komentar akan tayang setelah disetujui admin.